Penciptaan iklim belajar
Penciptaan iklim belajar
A. Pengertian Iklim Belajar
Suatu proses pembelajaran di sekolah yang penting bukan saja materi yang diajarkan atau pun siapa yang mengajarkan, melainkan bagaimana materi tersebut diajarkan. Bagaimana guru menciptakan iklim kelas (Classroom Climate) dalam Proses pembelajaran tersebut.
Iklim kelas merupakan suatu tempat dimana para siswa dan guru berintraksi antara satu dengan yang lain dengan menggunakan berbagai sumber informasi untuk mencari ilmu pengetahuan saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Oleh sebab itu peran guru dalam menciptakan suasana iklim kelas juga dapat merupakan dari salah satu factor agar siswa ikut serta melibatkan diri beperan dalam proses kegiatan belajar mengajar agar terlihat antusissme siswa untuk ikut berpartisipasi dalam mengerjakan tugas atau berperan aktif dalam proses belajar yang di amati melalui perhatian, usaha, ketekunan, partisipasi, dan memberikan rasa senang yang diperlihat oleh ekspresi wajah siswa selama proses belajar di dalam kelas. ( Al Fathiyah, S. F., & Solikha, K. 2023:984 )
Iklim kelas seringkali diartikan sebagai lingkungan belajar atau atmosfir, suasana, lingkungan pergaulan dan hubungan timbal balik. Pengaruh dari iklim kelas pada siswa dan guru dapat menguntungkan atau menghambat proses pembelajaran ( Rahmi, R., & Salim, R. M. A. 2017:79 )
Iklim kelas adalah kondisi, pengaruh, dan rangsangan dari luar yang meliputi pengaruh fisik, sosial, dan intelektual yang mempengaruhi peserta didik. ( Hadiyanto, 2016:3)
Mendefinisikan iklim kelas sebagai seperangkat tingkah laku persepsi dan respon afektif diantara para peserta didik yang berkaitan dengan proses belajar mengajar dalam kelas. (Daryanto 2015:10)
Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa Iklim kelas adalah suasana atau proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar perserta didik.
B. Pentingnya Pencipta Iklim Kelas
Dalam menciptakan iklim kelas yang berkualitas dan kondusif di perlukan Keterampilan seorang guru agar tujuan pembelajaran tercapai dan terjalin hubungan harmonis antara guru dan siswa.
Penciptaan iklim kelas yang kondusif sangat mendukung untuk terlaksananya proses belajar mengajar yang baik, sehingga akan memunculkan sikap belajar yang baik pula pada diri siswa. Keras atau tidaknya usaha belajar peserta didik bergantung pada besar tidaknya penciptaan iklim kelas yang kondusif. Untuk itu, penciptaan iklim kelas harus kondusif karena siswa akan menjadi sadar bahwa ia harus dapat mencapai tujuan belajarnya, yaitu untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. (Kadarsih, W., Ramses, R., & Efendi, Y. 2016:38).
Penciptaan iklim kelas yang kondusif menuntut guru agar mampu mengelola kelas secara baik, sehingga nilai-nilai kedisiplinan yang dimaksudkan oleh guru akan sampai ke dalam diri siswa melalui pembiasaan dan suasana yang diciptakan di dalam kelas. (Wuryandani, W., Maftuh, B., Sapriya, S., & Budimansyah, D. 2014:177).
Sekolah perlu menciptakan iklim yang kondusif untuk siswa berperilaku sesuai dengan yang diharapkan. Wynne menjelaskan bahwa dalam pengembangan karakter perlu lebih banyak didasarkan pada aktivitas kelas.artinya kegiatan apapun yang dilakukan anak di kelas seharusnya memuat pesan nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan. (Yusria, Y. 2018:90).
Iklim kelas yang kondusif sangat penting untuk diciptakan agar tujuan akan tercapainya hubungan yang harmonis antara guru dengan siswa dan antar siswa, suasana pembelajaran yang sejuk, menyenangkan, tenang tanpa permusuhan, atmosfir belajar yang penuh kebermaknaan serta suasana pembelajaran di kelas yang tidak kaku dapat diwujudkan. (Kurniawan, R. 2017:8).
Depdikbud mengemukakan tujuan penciptaan iklim kelas yang kondusif yaitu:
1) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin.
2) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar.
3) Menyediakan dan mengatur fasilitas perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. ( Sari, 2013:23)
Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa pentingnya penciptaan iklim kelas agar tercapainya hubungan yang harmonis antara peserta didik dan pendidik agar terciptamya pembelajaran yang kondusif dan bermakna.
1. Jenis – jenis Iklim Kelas
Nasution mengungkapkan bahwa setidaknya ada tiga macam iklim kelas.
a. Iklim kelas dengan sikap guru yang otoriter
Pada saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung di dalam kelas, guru yang otoriter akan menggunakan kekuasaan atau kewenangannya untuk mencapai tujuan kegiatan belajar-mengajar yang telah ditentukan. Tak jarang dengan kekuasaan atau kewenangannya guru memberikan hukuman kepada peserta didik yang mengganggu jalannya kegiatan belajar-mengajar. Dengan ancaman dan juga hukuman, guru memaksakan kepada peserta didiknya untuk menguasai materi pelajaran yang dianggapnya penting sebagai bahan ulangan dan ujian. Memang upaya guru tersebut menjadikan suasana kelas tenang, akan tetapi suasana hati peserta didik menjadi tidak tenang karena berada di bawah tekanan guru yang otoriter. (Wiyani, N.A 2014:187-188).
Guru yang memiliki sikap mengajar otoriter hampir sama dengan sikap mengajar rill, karena sama-sama memberikan stimulus terhadap siswa. Namun bedanya pada sikap otoriter ini guru lebih memaksa atau menekan dengan menggunakan kekuasaannya kepada siswa agar bisa melakukan apa yang telah diajarkan. Ada ancaman maupun hukuman bagi siswa yang tidak bisa melakukan gerakan dengan benar sesuai yang telah diajarkan oleh guru. Guru yang memiliki sikap mengajar otoriter dipandang oleh siswa sebagai guru yang jahat. Hal ini dikarenakan tuntutan guru yang tinggi kepada siswa sehingga membuat siswa merasa terbebani.(Prasetiyo, R., & Susanto, N. 2021:152).
Contohnuya :
Pendidik menjelaskan materi pelajaran dan seorang siswa dengan sengaja memotong pembicaraan,tanpa memperdulikan usaha siswa untuk membuat pendidik tenang. Menghadapi tingkah laku siswa yang seperti ini mungkin anda akan mengatakan “saya minta kamu diam atau saya kirim kamu ke guru BP untuk diproses”, atau lebih ekstrim mengusirnya keluar dari kelas.
otoriter
Kekurangannya:
a. Menciptakan lingkungan kelas yang tidak inklusif.
b. Menghambat kreativitas siswa.
c. Mengurangi motivasi belajar mereka.
Kelebihannya :
d. Menciptakan disiplin kelas yang ketat.
e. Memberikan struktur pembelajaran yang jelas
b. Iklim kelas dengan sikap guru yang permisif
Suasana kelas dengan sikap guru yang permisif ini ditandai dengan membiarkan peserta didik berkembang dalam kebebasan tanpa banyak tekanan, ancaman, larangan, perintah, atau paksaan. Kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas selalu dibuat menyenangkan. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berada di belakang untuk memberi bantuan bila dibutuhkan. Sikap ini mengutamakan perkembangan pribadi peserta didik khususnya dalam aspek emosional, agar peserta didik bebas dari kegoncangan jiwa dan menjadi peserta didik yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kelasnya. (Wiyani, N.A 2014:187-188).
Guru yang memiliki sikap mengajar permisif ini akan memberikan kebebasan kepada siswa tanpa adanya tekanan, larangan maupun perintah. Tidak adanya tuntutan yang berlebihan sehingga siswa berkembang sendiri tanpa ada arahan dan masukan yang membuat siswa berpikir untuk melakukan proses karena guru hanya mengawasi dari kejauhan. Guru hanya sebagai fasilitator dan mengikuti proses yang dilakukan oleh siswa, namun guru tidak memberikan stimulus seperti halnya pada sikap mengajar riil dan sikap mengajar otoriter. (Prasetiyo, R., & Susanto, N. 2021:152).
Contohnya :
Siswa bermain game terus menerus dan tidak memberikan teguran jika siswa berperilaku buruk seperti boloh sekolah dll.serta tidak banyak menetapkan aturan pada anak.
Contohnya :
Siswa bermain game terus menerus dan tidak memberikan teguran jika siswa berperilaku buruk seperti boloh sekolah dll.serta tidak banyak menetapkan aturan pada anak.
Kekuranganya :
a Kesulitan dalam menjaga disiplin kelas.
b Potensi terjadinya gangguan belajar.
c Kurangnya struktur pembelajaran yang mungkin diperlukan oleh sebagian siswa.
Kelebihannya :
d Kelas yang mendukung kreativitas.
e Peningkatan kepercayaan diri.
f Mendukung motivasi siswa
c. Iklim kelas dengan sikap guru yang nyata (riil)
Suasana kelas dengan sikap guru yang nyata atau riil ini ditandai dengan pemberian kebebasan kepada peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar di keladengan diiringi dengan kegiatan pengendalian terhadapnya. Peserta didik diberi kebebasan untuk belajar sesuai dengan tipe belajarnya serta kemampuan dan minatnya tanpa diawasi dan diatur dengan ketat. Di lain pihak, peserta didik diberi tugas sesuai dengan petunjuk dan pengawasan guru. (Wiyani, N.A 2014:187-188)
Guru yang memiliki sikap mengajar riil akan merasa nyaman karena adanya hubungan timbal balik antar siswa maupun siswa dengan guru. Hal ini dikarenakan guru selalu memberikan ruang diskusi sehingga adanya interaksi dalam setiap proses pembelajaran. Siswa juga merasa senang karena guru pada saat mengajar lebih bervariasi, baik dalam pemanfaatan sarana prasarana, penggunaan permainan maupun dalam penyampaian materi. Selain itu guru dengan disiplin tinggi dan tuntutan tugas yang jelas akan membuat siswa lebih memahami materi pelajaran yang diajarkan di dalam kelas, sehingga motivasi siswa untuk belajar dan berprestasi cenderung menjadi lebih tinggi.(Prasetiyo, R., & Susanto, N. 2021:152).
Dalam pendekatan sosio-emosional kelas, terdapat tiga jenis suasana yang dihadapi oleh siswa setiap hari. Pertama, suasana autokrasi. Dalam suasana outokrasi guru banyak menerapkan perintah, menggunakan kekerasan, penekanan, persaingan, hukuman dan ancaman untuk maksud pengawasan perilaku siswa, serta dominan guru yang sangat menonjol. Kedua, suasana Laissez-faire. Dalam suasana ini, guru terlalu sedikit bahkan. Sama sekali tidak memperlihatkan kegiatannya atau kepemimpinannya serta banyak memberikan kebebasan kepada siswanya. Guru melepaskan tanggung jawab kepada anggota kelompok; dan; Ketiga suasana demokratis. Guru memperlakukan siswanya sebagai individu yang dapat bertanggung jawab, berharga, mampu mengambil keputusan dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dampak yang ditimbulkan dari suasana demokratis adalah tumbuhnya rasa percaya diri, saling menerima dan percaya satu sama yang lain, baik antara guru dengan siswa maupun antar siswa. (Afriza 2013:80)
Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa suasana kelas dengan sikap guru yang memiliki sikap mengajar otoriter akan menggunakan kekuasaan atau kewenangannya untuk mencapai tujuan kegiatan belajar-mengajar yang telah ditentukan, guru yang memiliki sikap mengajar permisif ini akan memberikan kebebasan kepada siswa tanpa adanya tekanan, larangan maupun perintah, dan guru yang memiliki sikap mengajar nyata atau rill memberi kebebasan belajar dengan tipe belajarnya dan minatnya tanpa diawasi dan diatur dengan ketat, dalam setiap proses pembelajaran.
Dalam pendekatan sosio-emosional kelas, terdapat tiga jenis suasana yang dihadapi oleh siswa, pertama autokrasi, kedua Laissez-faire dan ketiga demokrasi.
Contohnya : pendidik menugaskan peserta didik untuk menggambar bebas,namun pendidik tidak melepaskan begitu saja.
Kelebihanya :
a Guru merasa nyaman dan disiplin.
b Memotivasi siswa untuk belajar dan berprestasi cenderung lebih tinggi.
Kekuranganya :
c rendahnya motivasi belajar, dan rasa takut dan minder untuk berada dengan temannya
C. Mengembangkan Komunikasi di kelas
Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makluk social, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik.
Untuk mencapai interaksi belajar mengajar perlu adanya komunikasi yang jelas antara guru (komunikator) dengan siswa (komunikan). Sehingga terpadu dua kegiatan yang berdaya guna dalam mencapai tujuan pengajaran dan pendidikan dimana siswa dapat sukses dalam tugas belajarnya, begitu pula guru dapat berhasil mengajar dan mendidik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. (Dewi, P. Y. A. 2020:73).
Komunikasi sebagai suatu proses pertukaran ide, pesan dan kontak, serta interaksi sosial termasuk aktivitas pokok dalam ke- hidupan manusia. Melalui komunikasi, manusia bisa mengenal satu sama lain, menjalin hubungan, membina kerja sama, saling memengaruhi, bertukar ide dan pendapat, serta mengembang- kan suatu masyarakat dan budaya. Bisa dikatakan bahwa komu- nikasi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia dan manusia yang tidak berkomunikasi akan sulit berkembang dan bertahan. (Nufrion. 2016:1).
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlihat dalam komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan bahasa non verbal secara baik. (Suprapto, H. A. 2018:17).
Agar komunikasi guru dengan siswa terjadi secara efektif, guru harus memperhatikan beberapa syarat, sebagai berikut (Dirman dan Juarsih, 2014):
1. Menciptakan iklim komunikasi yang positif bagi siswa.
2. Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dipahami oleh siwa.
3. pesan yang disampaikan dapat merangsang perhatian atau minat siswa.
4. pesan dapat menggugah kepentingan siswa yang dapat bermanfaat.
5. pesan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap siswa.
Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa untuk mencapai interaksi belajar mengajar diperlukan komunikasi yang baik agar terjalin hubungan antar seseorang dengan orang lain agar menghasilkan komunikasi yang efektif.
Kesimpulan
Suatu proses pembelajaran di sekolah yang penting bukan saja materi yang diajarkan atau pun siapa yang mengajarkan, melainkan bagaimana materi tersebut diajarkan. Bagaimana guru menciptakan iklim kelas (Classroom Climate) dalam proses pembelajaran tersebut.
Iklim kelas adalah kondisi lingkungan kelas dalam hubungannya dengankegiatan pembelajaran. Iklim kelas merupakan suasana yang ditandai oleh adanya pola interaksi atau komunikasi antara guru-siswa, siswa-guru dan siswa-siswa.
Suasana yang dihadapi siswa dalam pembelajaran di sekolah dapat dibedakan tiga jenis yaitu pertama suasana autokratis dengan sikap guru yang otoriter, kedua, suasana Laissez-faire dengan sikap guru yang permisif, dan ketiga, suasana demokratis dengan sikap guru yang riil. Dari ketiga jenis suasana pembelajaran tersebut, suasana demokratis dengan sikap guru yang riil lebih memungkinkan untuk memberi peluang dalam mencapai hasil belajar yang optimal.
Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam menciptakan iklim kelas yang berkualitas dan kondusif guna meningkatkan prestasi belajar siswa, antara lain yaitu: pertama, pendekatan pembelajaran hendaknya berorientasi pada bagaimana siswa belajar (student centered); Kedua, adanya penghargaan guru terhadap partisipasi aktif siswa dalam setiap konteks pembelajaran. Ketiga, guru hendaknya bersikap demokratis dalam memeneg kegiatan pembelajaran. Keempat, setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sebaiknya dibahas secara dialogis. Kelima, lingkungan kelas sebaiknya disetting sedemikian rupa sehingga memotivasi belajar siswa dan mendorong
terjadinya proses pembelajaran. Keenam, menyediakan berbagai jenis sumber belaja atau informasi yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat diakses atau dipelajari siswa dengan cepat
Referensi
Al Fathiyah, S. F., & Solikha, K. (2023). Penerapan Iklim Kelas Sesuai Kebutuhan Siswa Kelas 8A MTS Miftahul Ulum Sidomulyo. JOEL: Journal of Educational and Language Research. 2(7). 989-998.
Afriza. (2013).Manajemen Kelas. Pekanbaru : Kreasi Edukasi.
Dewi, P. Y. A. (2020). Hubungan gaya komunikasi guru terhadap tingkat keefektifan proses pembelajaran. Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 3(2), 71-78.
Daryanto (2015) pengelolaan budaya dan iklim sekolah. Yogyakarta : Gava media
Dirman dan Juarsih, C. (2014). Komunikasi dengan Peserta Didik dalam Rangka Implementasi Standart Proses Pendidikan Sisun Jakarta: Rineka Cipta.
Hadiyanto, M. (2016). Teori dan Pengembangan Iklim Kelas & Iklim Sekolah. Jakarta. Kencana
Kurniawan, R. (2017). Meningkatkan Nilai Karakter Disiplin Melalui Penciptaan Iklim Kelas Kondusif di Kelas IVA SD Negeri Muara Bulian. Jurnal edukasi.13/I, 1-17.
Kadarsih, W., Ramses, R., & Efendi, Y. (2016). Hubungan Iklim Kelas Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Sman 8 Batam. SIMBIOSA, 5(1), 33-40.
Nufrion. (2016).Komunikasi Pendidikan. Jakarta : Prenada Media.
Prasetiyo, R., & Susanto, N. (2021). Pengaruh Sikap Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PJOK. Jurnal Sporta Saintika, 6(2), 147-154.
Rahmi, R., & Salim, R. M. A. (2017). Peran pelibatan diri siswa sebagai mediator dalam hubungan antara iklim kelas dengan sikap kreatif siswa SD Sekolah Alam. Jurnal Psikologi Undip, 16(1), 77-87.
Suprapto, H. A. (2018). Pengaruh komunikasi efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Khazanah Pendidikan, 11(1), 13-24
Sari,Juliyana Ratna. 2013. Pengaruh Iklim Kelas Dan Lingkungan Keluarga
Terhadap Motivasi Belajar Siswa. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Wuryandani, W., Maftuh, B., Sapriya, S., & Budimansyah, D. (2014). Internalisasi nilai karakter disiplin melalui penciptaan iklim kelas yang kondusif di SD Muhammadiyah sapen yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(2), 175-184.
Wiyani, N.A (2014) Manajemen kelas: teori dan aplikasi untuk menciptakan kelas yang kondusif. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.
Yusria, Y. (2018). Iklim Kelas yang Kondusif untuk Membangun Pendidikan Karakter Kemandirian di Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Ilmi Telanaipura Kota Jambi. PRIMARY EDUCATION JOURNAL (PEJ), 2(1), 88-92.
LAMPIRAN
A. Instrumen Observasi Berupa Pertanyaan :
1. Menurut Ibu apakah iklim kelas berperan penting dalam pembelajaran?
2. Menurut ibu dari implementasi iklim kelas yang di terapkan bagaiman cara mengatasi kendala – kendala yang ada?
3. Menurut ibu Bagaimana cara membangun komunikasi yang baik dengan siswa ?
4. Menurut ibu Faktor apa saja yang perlu di perhatikan dalam penciptaan iklim kelas?
5. Menurut ibu dari ke tiga jenis iklim iklim otoriter, permisif, riil dari ke 3 jenis iklim ibu lebih condong kemana?
6. Menurut ibu Bagaimana hubungan antara iklim kelas dengan hasil belajar siswa?
7. Menurut ibu apa yang ibu ketahui tentang iklim belajar yang kondusif ?
8. Menurut ibu bagaimana strategi yang ibu siapkan terkait perwujudan iklim sekolah yang kondusif untuk pembelajaran di kelas?
9. Menurut ibu bagaimana mencptakan lingkungan dan suasana kelas yang nyaman agar dapat mendukung proses pembelajaran peserta didik ?
10. Menurut ibu apakah iklim belajar dapat mempengaruhi proses belajar mengajar ?
B. Jawaban Instrumen Observasi
1. Menurut Ibu apakah iklim kelas berperan penting dalam pembelajaran?
Menurut narasumber Berperan penting karena dalam implementasi iklim kelas di setiap tingkatan berbeda sehingga penerapan iklim kelas menyesuaikan dengan kondisi setiap kelas.
2. Menurut ibu dari implementasi iklim kelas yang di terapkan bagaiman cara mengatasi kendala – kendala yang ada?
Menurut narasumber dengan cara mengomunikasikan dengan peserta didik mau suasana kelas seperti apa serta memberikan kebebasan agar terciptanya suasana kelas yang kondusif.
3. Menurut ibu Bagaimana cara membangun komunikasi yang baik dengan siswa ?
Menurut narasumber cara membangun komnunikasi yang baik dengan siswa salah satunya dengan cara pendekatan, mendekati anak dengan merangkul agar anak merasa dekat dan terbuka,sehingga siswa aktif pada saat pembelajaran berlangsung.
4. Menurut ibu Faktor apa yang perlu di perhatikan dalam penciptaan iklim kelas?
Menurut narasumber factor yang di perhatikan salah satunya dengan cara pendekatan dengan peserrta dididk
5. Menurut ibu dari ke tiga jenis iklim iklim otoriter, permisif, riil dari ke 3 jenis iklim ibu lebih condong kemana ?
Menurut narasumber saya lebih condong ke jenis iklim riil,yang dimana peran guru diupayakan dengan tidak terlalu mendominasi, namun juga tidak melepaskan begiitu saja.
6. Menurut ibu Bagaimana hubungan antara iklim kelas dengan hasil belajar siswa?
Menurut narasumber hubungan iklim kelas dengan hasil belajar siswa ditunjukan dengan semakin tinggi iklim kelas dalam proses pembelajaran maka akan dapat meningkatkan hasil belajar.
7. Menurut ibu apa yang ibu ketahui tentang iklim belajar yang kondusif ?
Menurut narasumber iklim belajar yang kondusif itu kondisi suasana belajar peserta didik agar membantu proses pembelajaran.
8. Menurut ibu bagaimana strategi yang ibu siapkan terkait perwujudan iklim sekolah yang kondusif untuk pembelajaran di kelas?
Menurut narasumber Upaya menciptakan iklim kelas yang kondusif yaitu dengan pengaturan tempat duduk,mengatur ventilasi dan pengaturan pencahayaan ,mengatur penyimpanan barang, menciptakan kelas yang bersih dan indah.
9. Menurut ibu bagaimana mencptakan lingkungan dan suasana kelas yang nyaman agar dapat mendukung proses pembelajaran peserta didik ?
Menurut narasumber ada beberapa hal cara menciptakan lingkungan belajar salah satunya menggunakan metode pembelajaran yang interaktif,berikan motivasi visual,susun jadwal belajar dll,
10. Menurut ibu apakah iklim belajar dapat mempengaruhi proses belajar mengajar ?
Menurut narasumber iklim belajar dapat mempengaruhi proses belajar, karna iklim belajar memiliki tujuan kegiatan belajar tertata,efektif dan efisien, maka jika iklim tercipta terciptalah kegiatan belajar yang mudah mempengaruhi siswa untuk belajar menyampaikan materi yang di ajarkan dengan efektif.
C. Dokumentasi Kegiatan observasi



Komentar
Posting Komentar