PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS

                 PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS


       Belajar dapat dilihat sebagai proses yang diarahkan pada tujuan dan serangkaian tindakan melalui berbagai pengalaman. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua subjek, guru dan siswa. Hubungan antara guru dan siswa harus bersifat dinamis dan memerlukan syarat pendidikan.
      Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Untuk itu penggunaan pendekatan dan model pembelajaran harus memberikan rangsangan kepada siswa agar terjadi perubahan  dalam aktivitas belajar siswa.

A. Pengertian Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas
            Keharmonisan hubungan guru dengan peserta didik, tingginya kerja sama diantara peserta didik tersimpul dalam bentuk interaksi. Karena itu there are many forms of interaction between teacher and pupils, and between pupils. Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas agar pembelajaran menjadi efektif.


1. Pengertian Pengelolaan Kelas
              Pengelolaan kelas merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik menjadi modal bagi kesuksesan sebuah kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran yang berlangsung efektif dan berkualitas akan mampu mendorong peserta didik untuk memperoleh prestasi belajar yang maksimal.
             Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Ketika kelas terganggu, guru berusaha mengembalikannya agar tidak menjadi penghalang bagi kegiatan pembelajaran. (Nurmalasari, N. 2019:02).
             Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu “pengelolaan” dan “kelas”. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola”, ditambah awalan “pe” dan akhiran “an”. Pengelolaan dalam pengertian umum adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Pengelolaan adalah sistem yang berfungsi untuk mengelola sesuatu. (Zahroh, L. 2015:176).
            Pengelolaan diartikan sebagai proses, cara, perbuatan mengelola atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Kaitannya dengan pembelajaran pengawasan diberikan kepada peserta didik maupun hal lain dalam pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. Istilah bahasa Inggris untuk pengelolaan kelas adalah classromm management. Istilah pengelolaan identik dengan manajemen. Pengertian pengelolaan atau manajemen umumnya mengacu pada kegiatan-kegiatan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, pengawasan, dan penilaian. (Afni, N. dan Jumrah, M.A 2019:05).
Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa Pengelolaan diartikan sebagai proses, cara, perbuatan mengelola atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan. Pengelolaan kelas dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
2. Pengertian Pendekatan
            Dalam pengelolaan kelas ini kita membutuhkan beberapa pendekatan yang dapat digunakan agar tujuan pengajaran yang efektif dan efisien dapat tercapai. Secara bahasa, pendekatan merupakan sebuah Perbuatan ingin mendekat. Tetapi secara istilah, pendekatan bersifat aksiomatis, filsafat, keyakinan, atau paradigma terhadap subject matter. Jadi, pada intinya dapat dikatakan  bahwa pendekatan merupakan cara pandang seseorang terhadap suatu subjek. (Utami, S.D 2020:15-16).
Pendekatan dapat diartikan sebagai suatu titik tolak ukur pada sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berproses pada pengajar atau guru menurunkan suatu strategi pembelajaran langsung, dan pembelajaran deduktif. Pemilihan dalam penggunaan berbagai macam strategi dan pendekatan menjadi hal yang sangat penting karena untuk menentukan kedepannya agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. (Anggraeni, N.E 2019:72-73).
             Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran . Istilah pendekatan (approach) sering dikaitkan dengan metode (method), dan teknik (technique). Semua istilah ini merupakan tiga aspek yang saling berkaitan. (Wahyuningsi, E. 2019:180).
             Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, pemilihan dalam penggunaan berbagai macam strategi dan pendekatan menjadi hal yang sangat penting karena untuk menentukan kedepannya agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.
B. Macam-macam Pendekatan Pengelolaan Kelas
           Pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Terdapat berbagai pendekatan dalam manajemen kelas, berikut beberapa pendekatan dalam pengelolaan kelas.
1. Pendekatan Otoriter
           Pendekatan otoriter memandang bahwa pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku peserta didik. Dalam hal ini, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat. Adanya sanksi di setiap pelanggaran yang terjadi merupakan salah satu cara untuk mendisiplinkan peserta didik.
Tata tertib dalam kelas membuat peserta didik harus taat dan mematuhinya. Jika melanggar maka secara otomatis akan mendapatkan sanksi. (Widiasworo, E. 2018:25). Dalam menegakkan disiplin kelas guru harus bersikap keras, jika perlu dengan hukuman-hukuman yang berat. Menurut konsep ini, disiplin kelas yang baik adalah apabila siswa duduk, diam, dan mendengarkan perkataan guru. (Erwinsyah, A. 2017:96).

2. Pendekatan Intimidasi/Ancaman
           Pendekatan ancaman atau intimidasi, manajemen kelas sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku siswa. Pendekatan ancaman di dalam kelas dapat diimplementasikan melalui papan larangan, sindiran saat belajar, dan paksaan kepada siswa yang membantah, yang semuanya ditunjukkan agar siswa mengikuti apa yang diinstruksikan oleh guru. Penerapan pendekatan ancaman di dalam kelas harus dilakukan secara berhati-hati dan perlu diterapkan kriteria ancaman yang diperbolehkan untuk siswa. (Efendi, F. dan Gustriani, D. 2020:14).
3. Pendekatan Kebebasan
          Pendekatan kebebasan ini adalah mengupayakan terciptanya kebebasan peserta didik dalam mengerjakan sesuatu, kapan dan di mana saja. Namun demikian, pendekatan kebebasan ini dinilai sebagai pendekatan yang mengganggu kewibawaan pendidik dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengabaikan kedisiplinan. Sehingga banyak guru yang tidak mau memakai pendekatan kebebasan ini.
4. Pendekatan Resep
           Pendekatan resep adalah sebuah pengelolaan dengan memberi suatu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam menghadapi semua masalah atau situasi yang terjadi dalam kelas. (Wajdi, F.2021:28-29).
5. Pendekatan Pengajaran
          Pendekatan ini didasarkan pada suatu anggapan bahwa dengan suatu perencanaan dan pelaksanan pengajaran akan mencegah munculnya masalah tingkah laku siswa dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. (Fadhilaturrahmi, F.2018:67-68).
Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah atau menghentikan tingkah laku siswa yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pengajaran yang baik. Pendekatan ini mengajurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku peserta didik yang kurang baik. Peranan guru adalah perencanaan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik.(Ningsih, M., & Wijayanto, S. 2021 :405).


6. Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku (Behavior Modification)
          Sesuai namanya, pengelola kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laku siswa. Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku siswa yang baik dan mencegah tingkah laku yang kurang baik. (Fadhilaturrahmi, F.2018:67-68).
Pendekatan ini didasarkan pada psikologi behavioristik, yang mengemukakan pendapat bahwa :
Semua tingkah laku yang baik atau yang kurang baik merupakan hasil proses belajar.
Ada sejumlah kecil proses psikologi penting yang dapat digunakan untuk menjelaskan terjadinya proses belajar yang dimaksud, yaitu diantaranya penguatan positif (positive reinforcement) seperti hadiah, ganjaran, pujian, pemberian kesempatan untuk melakukan aktivitas yang disenangi oleh siswa, dan penguatan negatif (negative reinforcement) seperti hukuman, penghapusan hak, dan ancaman. (Erwinsyah, A 2017:96).
7. Pendekatan Sosial Emosional
            Pendekatan ini pengelola kelas merupakan proses menciptakan iklim sosial, emosional positif dalam kelas. Sosiol emosional positif, artinya ada hubungan baik yang positif antara guru dan siswa atau antara siswa dengan siswa. Di sini guru adalah terhadap pembentukan hubungan pribadi itu. Peranannya adalah menciptakan hubungan pribadi yang baik (Sunhaji, S. 2014:40).
Pendekatan ini berlandaskan psikologi klinis dan konseling yang mempradugakan :
Proses belajar mengajar yang efektif mempersyaratkan keadaan sosio-emosional yang baik dalam arti terdapat hubungan antara pribadi guru dengan siswa dan antara siswa dengan siswa.
Guru merupakan unsur terpenting bagi terbentuknya iklim sosio-emosional yang baik. (Erwinsyah, A 2017:97).
8. Pendekatan Proses Kelompok
             Pengelolaan kelas diartikan sebagai suatu proses untuk menciptakan kelas sebagai suatu sitem sosial di mana proses kelompok adalah merupakan yang paling utama. Peranan guru adalah agar pengembangan dan pelaksanaan proses kelompok itu efektif. (Sunhaji, S. 2014:40).
Pendekatan ini berdasarkan pada psikologi klinis dan dinamika kelompok. Yang menjadi anggapan dasar dari pendekatan ini ialah :
Pengalaman belajar sekolah berlangsung dalam konteks kelompok sosial.
Tugas pokok guru yang utama dalam Manajemen Kelas ialah membina kelompok yang produktif dan efektif. (Erwinsyah, A 2017:97).
9. Pendekatan Elektis
              Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreatifitas, dabn inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dan atau ketiga pendekatan tersebut. (Tahrim dkk 2021:170).
10. Pendekatan Analitik Pluralistik
             Berbeda dengan pendekatan eklektik, pendekatan analitik pluralistik memberi kesempatan kepada guru memilih strategi manajemen kelas atau gabungan beberapa strategi dari berbagai pendekatan yang mempunyai potensi terbesar mampu menanggulangi masalah manajemen kelas dalam situasi yang telah dianalisis. (Andrias dkk 2023:87).
Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa terdapat sepuluh pendekatan dalam manajemen kelas yaitu Pendekatan Otoriter, Pendekatan Intimidasi/Ancaman, Pendekatan Kebebasan, Pendekatan Resep, Pendekatan Pengajaran, Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku, Pendekatan Sosial Emosional, Pendekatan Proses Kelompok, Pendekatan Elektis, dan Pendekatan Analitik Pluralistik.











KESIMPULAN

      Pengelolaan  kelas adalah pengaturan atau pengorganisasian  kelas oleh seorang pendidik agar kegiatan pembelajaran berlangsung secara kondusif, sehingga tujuan dari pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik. Dalam  proses  pengelolaan kelas , guru banyak menemui kendala terkait permasalahan siswa secara individu maupun kelompok.
Agar masalah tersebut tidak mempengaruhi proses pembelajaran seorang guru dapat melakukan pendekatan- Pendekatan pengelolaan kelas yang meliputi, pendekatan pendekatan otoriter, Pendekatan intimidasi, pendekatan Permisif, pendekatan resep, pendekatan perubahan tingkah laku, pendekatan sosio emosional, pendekatan kelompok dan Pendekatan elektis atau pluralistik, agar proses pembelajaran dapat terlaksana sesuai yang diharapkan. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.















REFERENSI

Afni, N dan Jumrah, M.A (2019) Manajemen Kelas di SD. Yogyakarta. Samudra Biru.
Andrias, dkk.(2023).Manajemen Pendidikan. Yogyakarta : Selat Media.
Anggraeni, N. E. (2019). Strategi Pembelajaran Dengan Model Pendekatan Pada Peserta Didik Agar Tercapainya Tujuan Pendidikan Di Era Globalisasi. ScienceEdu, 2(1).
Efendi, R dan Gustriani, D. (2022). Manajemen Kelas Di Sekolah Dasar. Jawa timur : Penerbit Qiara Media.
Erwinsyah, A. (2017). Manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. TADBIR: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 87-105.
Fadhilaturrahmi, F. (2018). Lingkungan Belajar Efektif Bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 1(2).
Ningsih, M., & Wijayanto, S. (2021, Desember). Strategi Pengelolaan Kelas di SDN Gondangrejo. Dalam Kolokium Penelitian Universitas Prosiding (hlm. 400-406).
Nurmalasari, N. (2019). Pendekatan dalam pengelolaan kelas. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 2(1).
Sunhaji, S. (2014). Konsep manajemen kelas dan implikasinya dalam pembelajaran. Jurnal Kependidikan, 2(2), 30-46.
Tahrim tasdid, dkk . (2021). Pengembangan Model dan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Kab.pidie provinsi Aceh : Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Utami, S. D. (2020). Pelaksanaan Manajemen Kelas dengan Pendekatan Pluralistik Siswa Kelas V MI NU Islamiyah Gamong Kaliwungu Kudus (Doctoral dissertation, IAIN KUDUS).
Wahyuningsi, E. (2019). Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(2).
Wajdi, F.(2021). Buku Ajar Perencanaan Pengajaran Panduan Di Perguruan Tinggi. Kota Malang : Ahlimedia Book.
Widiasworo, E. (2018). Cerdas Pengelolaan Kelas. Indonesia: Divapress.
Zahroh, L. (2015). Pendekatan dalam pengelolaan kelas. Tasyri’: Jurnal Tarbiyah-Syari’ah Islamiyah, 22(2).





LAMPIRAN

A. Daftar Pertanyaan Observasi
1. Menurut bapak/ibu pengelolaan kelas itu seperti apa?
2. Menurut bapak/ibu dari ke 10 pendektan yg sudah si paparkan bapak/ibu lebih condong pendekatan yang mana?
3. Menurut bapak/ibu pendekatan yg di implementasikan apakah sudah efektif atau belum efektif?
4. Menurut bapak/ibu apakah saat pengimplementasian ada hambatan dan bagaimana sih cara mengatasinya?
5. Menurut bapak/ibu bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan siswa?
6. Menurut bapak/ibu apakah pengelolaan kelas sangat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik?
7. Menurut bapak/ibu bagaimana cara mengelola kelas agar proses pembelajaran kelas berjalan dengan kondusif?
8. Menurut bapak/ibu pendekatan apa saja yang dapat diterapkan dalam pengelolaan kelas?
9. Menurut bapak/ibu mengapa pengelolaan kelas itu penting di terapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar?
10. Menurut bapak/ibu apakah pengelolaan kelas memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik?








1. Menurut bapak/ibu pengelolaan kelas itu seperti apa?
Jawaban: Menurut narasumber, pengelolaan itu, yang mengfokuskan pada karakter peserta didik, yang menyesuaikan karakter yang sesuai dengan semua peserta didik.
2. Menurut bapak/ibu dari ke 10 pendektan yg sudah si paparkan bapak/ibu lebih condong pendekatan yang mana?
Jawaban: Narasumber mengatakan lebih condong ke pendekatan kebebasan, pendekatan tingkah laku, pendekatan otoriter, dan sosial emosional
3. Menurut bapak/ibu pendekatan yg di implementasikan apakah sudah efektif atau belum efektif?
Jawaban: Menurut narasumber, pendekatan menyesuaikan pada karakter peserta didik dan lebih menyesuaikan dengan contoh yang konkret atau contoh yang nyata.
4. Menurut bapak/ibu apakah saat pengimplementasian ada hambatan dan bagaimana sih cara mengatasinya?
Jawaban: Menurut narasumber setiap pengimplementasian pasti ada hambatan dari internal maupun eksternal misalnya, ada anak yg berkebutuhan khusus dengan cara memberikan tugas ke siswa tersebut yang terpenting siswa bisa menyelesaikan tugas tersebut sebisa mungkin dengan cara apapun.
5. Menurut bapak/ibu bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan siswa?
Jawaban: Menurut narasumber berkomunikasi yang baik dengan siswa itu harus terjun langsung ke dunia siswa. Mempelajari karakter anak, menjalin komunikasi agar anak terbuka dengan guru.
6. Menurut bapak/ibu apakah pengelolaan kelas


sangat berpengaruh pada hasil belajar peserta didik?
Jawaban: Menurut narasumber, keefektifan proseas pembelajaran tentunya berpengaruh terhadal hasil belajar peserta didik.
7. Menurut bapak/ibu bagaimana cara mengelola kelas agar proses pembelajaran kelas berjalan dengan kondusif?
Jawaban: Menurut narasumber, pada saat pembelajaran sudah tidak mulai kondusif, guru di tuntut lebih kreatif untuk mengembalikan konsentrasi dan fokus siswa. contohnya dengan permainan, dan ice breaking.
8. Menurut bapak/ibu pendekatan apa saja yang dapat diterapkan dalam pengelolaan kelas?
Jawaban:  Menurut narasumber, pendekatan yang dapat ditetapkan dalam pengelolaan kelas yaitu:

1. Pendekatan Otoriter
2. Pendekatan Kebebasan
3. Pendekatan Pengubahan Tingkah Laku (Behavior Modification).
4. Pendekatan Sosial Emosional.
9. Menurut bapak/ibu mengapa pengelolaan kelas itu penting di terapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar?
Jawaban: Menurut narasumber, mewujudkan situasi dan kondisi baik sebagai lingkungan maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
10. Menurut bapak/ibu apakah pengelolaan kelas memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik?
Jawaban: Menurut narasumber melalui pengelolaan kelas yang baik, maka berpengaruh baik pula terhadap hasil belajar.

Dokumentasi kegiatan observasi











Foto proses kegiatan Wawancara bersama Guru Kelas 4 SD 2 Cirahayu
                                       Ibu Wawang, S.Pd.


Komentar